Rabu, 05 November 2014

Potret Angka Kecelakaan Lalu Lintas Nasional

Kecelakaan lalu lintas adalah salah satu permsalahan sosial terbesar di dunia khusunya di Negara berkembang. Tingkat kecelakaan negera berkembang dapat mencapai 20 kali lebih tinggi dari negara maju. Kebanyakan dari negara ini perkembangannya sangat pesat. Diperkirakan bahwa 70% dari kecelakaan jalan yang fatal terjadi di negara berkembang. Statistik menunjukkan bahwa pada kebanyakan negara berkembang, pejalan kaki adalah pengguna jalan yang paling rawan. Bahkan menurut WHO, Kecelelakaan lalulintas merupakan selah satu penyebab kematian utama di dunia dan diprediksikan akan menjadi peringkat ke-5 di tahun 2030 jika tidak segera diatasi. Pada tahun 2013, jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas mencapai 101.106 dengan korban meninggal mencapai 26.416 jiwa dan kerugian material mencapai Rp. 254,6 miliar. Diperlukan upaya yang serius dan sungguh-sungguh dalam program penanganan keselamatan jalan di Indonesia.

              
JUMLAH KECELAKAAN LALU LINTAS DAN KERUGIAN MATERIAL DI TAHUN 2013


Dari tabel kecelakaan pada tahun 2013 tersebut terlihat bahwa kerugian material yang diakibatkan oleh kecelakaan lalu lintas paling besar atau banyak terjadi pada bulan Januari dan bulan Oktober.





PERBANDINGAN INTERNASIONAL 2010


JUMLAH KEJADIAN PER MODA


Dari tabel diatas menunjukan angka kecelakaan berdasarkan kejadian per moda pada tahun 2011 - 2013 tertinggi diakibatkan oleh kendaraan sepeda motor, masyarakat indonesia masih memilih menggunakan sepeda motor karena dianggap lebih efektif dan efisien. Tetapi faktor keselamatan pengendara sepeda motor sendiri tidak memperdulikannya sehingga angka kecelakaan tertinggi di Indonesia adalah pengendara sepeda motor.
SUMBER DATA : KEMENTRIAN PUSAT PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL

Jumat, 18 April 2014

Penyebab Kerusakan dan Kemacetan Jalur Pantura (Pantai Utara Jawa)

Jalur pantura merupakan jalur penghubung antar kota dan provinsi dengan tipe jalan 4/2 D, kelas jalan I dan fungsi jalan Arteri. Jalan Nasional dengan panjang 1.316 km antara Merak hingga Ketapang, Banyuwangi di sepanjang pesisir utara Pulau Jawa, khususnya antara Jakarta dan Surabaya. Jalur Pantura melintasi 5 provinsi yaitu : Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur dengan dimensi kendaraan maksimum panjang 18000mm lebar 2500mm dan MST(Muatan Sumbu Terberat) 10ton. Namun dalam kenyataannya kondisi jalan pantura mengalami penurunan sesuai dengan bertambahnya umur, sesuai dengan kelas dan fungsinya. Lubang-lubang besar dan dalam menganga yang berada di sepanjang jalan sangat membahayakan pengemudi. Kondisi itu membahayakan, terutama jika hujan turun dan malam hari. Sebab, kubangan itu tertutup air, sementara penerangan jalan sangat kurang. Lubang menganga itu rata-rata berukuran 50-100 sentimeter dengan kedalaman 5-20 sentimeter.
 Apalagi kendaraan yang masuk ke jalur pantura semuanya bermuatan rata-rata di atas 20 ton (dikutip dari situs Kementerian Pekerjaan Umum) truk-truk dengan muatan yang berlebih (overload) ini merupakan salah satu penyebab kemacetan dan kerusakan jalan jalur Pantura. Dalam skala nasional keberadaan jembatan timbang seharusnya merupakan tempat untuk mengukur truk barang yang bermuatan melebihi Jumlah Beban Ijin (JBI) serta dapat memberikan sanksi kepada pengemudi kendaraan yang membawa muatan diatas 10 ton atau menahan kendaraanya. Karena kekuatan maksimal konstruksi jalan pantura hanya di desain 10 ton, sedangkan beban kendaraan yang lewat hingga 3 kali lipat beratnya. Jalur ini memiliki signifikansi yang sangat tinggi dan menjadi urat nadi utama transportasi darat, karena setiap hari dilalui 20.000-70.000 kendaraan.
Saat ini rata-rata volume kendaraan di jalur Pantura mencapai 48 ribu unit per hari. Padahal, dengan empat jalur yang dimiliki, Pantura idealnya hanya dilalui 20 ribu kendaraan tiap hari. Tahun ini Kementerian PU menganggarkan dana Rp 1,03 triliun untuk penanganan Pantura, sedangkan tahun lalu pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 939 miliar. Menurut saya untuk angkutan jarak jauh, idealnya menggunakan kereta api atau kapal laut. Namun sampai sekarang program double track kereta api belum berjalan. Menumpuknya angkutan lewat jalan darat, menimbulkan kerugian berupa pemborosan bahan bakar saat macet, pergantian suku cadang yang lebih cepat, dan potensi ekonomi yang terlepas.
Berbagai cara dilakukan ahli dari Kementerian Pekerjaan Umum merancang pembangunan atau konstruksi jalan Jalur Pantura yang cepat rusak di Indramayu, Jawa Barat. Jika sebelumnya pondasi jalan dibuat dengan hanya cara memadatkan batu pecah atau sirtu saja, sekarang untuk memadatkan pondasi jalan menggunakan campuran semen kering dan split, bekas kerukan aspal. Mencampur semen jenis portland dengan split limbah kerukan permukaan jalan itu dimaksudkan agar pondasi jalan lebih padat dan keras sehingga mampu menahan aliran air dari bawah ke atas. Sehingga posisinya semakin kuat menopang permukaan jalan ketika menerima beban kendaraan yang bermuatan lebih dari 50 ton. Fungsi semen diharapkan tidak mudah merubah permukaan jalan serta menahan air dari bawah badan jalan. Sebagaimana dimaklumi, kondisi tanah di bawah pondasi Jalur Pantura sangat labil. Hal itu terjadi karena jenis tanahnya terdiri dari tanah jenis lempung. Tanah lempung tidak kuat menahan beban dari permukaan jalan yang dilalui kendaraan dengan beban yang relaif berat mencapai 50 ton. Itulah sebabnya kenapa jalur pantura rusak parah dan macet, semoga bermanfaat ya ^_^

Senin, 13 Januari 2014

Lampu Penerangan Jalan

        Lampu penerangan jalan adalah bagian dari bangunan pelengkap jalan yang dapat diletakkan/dipasang di kiri/kanan jalan dan atau di tengah (di bagian median jalan) yang digunakan untuk menerangi jalan maupun ling kungan disekitar jalan yang diperlukan termasuk persimpangan jalan (intersection), jalan layang (interchange, overpass, fly over), jembatan dan jalan di bawah tanah(underpass, terowongan).


Lampu penerangan yang dimaksud adalah suatu unit lengkap yang terdiri dari sumber cahaya (lampu/luminer), elemen-elemen optik (pemantul/reflector,pembias/refractor, penyebar/diffuser). Elemen-elemen elektrik (konektor ke sumber tenaga/power supply. dll.), struktur penopang yang terdiri dari lengan
penopang, tiang penopang vertikal dan pondasi tiang lampu.
        Gambaran umum perencanaan dan penempatan lampu penerangan jalan adalah
sebagai berikut :

Dimana :
H = tinggi tiang lampu
L = lebar badan jalan, termasuk median jika ada
e = jarak interval antar tiang lampu
s1+s2 = proyeksi kerucut cahaya lampu
s1 = jarak tiang lampu ke tepi perkerasan
s2 = jarak dari tepi perkerasan ke titik penyinaran terjauh
i = sudut inklinasi pencahayaan/penerangan

Lampu Penerangan Jalan berdasarkan Jenis sumber cahaya 

Lampu Penerangan Jalan berdasarkan bentuk tiang :
a. Tiang Lampu dengan Lengan Tunggal


b. Tiang Lampu dengan Lengan Ganda
          Tiang lampu ini khusus diletakkan di bagian tengah/Median jalan, dengan catatan jika kondisi jalan yang akan diterangi masih mampu dilayani oleh satu tiang.


c. Tiang Lampu Tegak (Tanpa Lengan)
           Tiang lampu ini terutama diperlukan untuk menopang lampu menara, yang pada umumnya ditempatkan di persimpangan-persimpangan jalan ataupun tempat-tempat yang luas seperti interchange, tempat parkir, dll.
              Penempatan lampu penerangan jalan harus direncanakan sedernikian rupa sehingga dapat memberikan :
- penerangan yang merata
- keamanan dan kenvamanan bagi pengendara
- arah dan petunjuk (guide) yang jelas
              Pada sistem penempatan parsial. lampu penerangan jalan harus memberikan adaptasi yang baik bagi penglihatan pengendara sehingga efek kesilauan dan ketidaknvamanan penglihatan dapat dikurangi.
Sumber : Spesifikasi Lampu Penerangan Jalan Perkotaan, DIREKTORAT JENDERAL BINAMARGA.

Bahaya Simpang Tak Bersinyal

           Kesempatan kali ini saya ingin mengangkat judul tidak jauh-jauh dari keselamatan jalan dan keselamatan berkendara yaitu “Bahaya simpang tak bersinyal“. Sebelumnya kalian tau gak arti dari simpang tak bersinyal itu apa?? Langsung aja yaa…
            Persimpangan adalah pertemuan tiga ruas jalan atau lebih sedangkan simpang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari jaringan jalan. Di daerah perkotaan biasanya banyak memiliki simpang, dimana pengemudi harus memutuskan untuk berjalan lurus atau berbelok dan pindah jalan untuk mencapai satu tujuan. Simpang dapat didefenisikan sebagai daerah umum dimana dua jalan atau lebih bergabung atau bersimpangan, termasuk jalan dan fasilitas tepi jalan untuk pergerakan lalulintas di dalamnya (Khisty, 2005). Simpang tak bersinyal adalah persimpangan yang tidak dipasangi Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) yang berpotensi besar mengakibatkan konflik antar kendaraan yang melewatinya. Jika terjadi kesalahpahaman atau pelanggaran jalur, maka kecelakaan berpeluang besar terjadi. Bahaya banget kann pemirsaa…
Gambar dibawah ini merupakan salah satu contoh simpang 3 dan 4 tak bersinyal.





                MKJI (1997) menyatakan bahwa angka kecelakaan pada simpang tak bersinyal diperkirakan sebesar 0,60 kecelakaan/juta kendaraan, dikarenakan kurangnya perhatian pengemudi terhadap rambu YIELD dan rambu STOP (Sukarno, dkk, 2003), sehingga mengakibatkan perilaku pengemudi melintasi simpang mempunyai perilaku tidak menunggu celah dan memaksa untuk menempatkan kendaraan pada ruas jalan yang akan dimasukinya, hal ini mengakibatkan konflik arus lalu lintas yang mengakibatkan kemacetan lalulintas bahkan berpotensi untuk terjadinya kecelakaan.



              Gambar diatas merupakan rekomendasi yang baik pada simpang 4 agar para pengguna jalan dapat merasa nyaman, aman dan berkeselamatan. Tapi inget jangan lupa loh guys berkeselamatan yang dimaksud pastinya harus ada dari diri masing-masing kita juga yaa.. percuma dong kalo jalan dan kendaraan sudah berunsur keselamatan tapi pengendaranya enggak, cuappee dehh… hehehe
Kalo yang ini rekomendasi simpang 3 guysss……


                  Sebenarnya, inti dari cara menghadapi setiap persimpangan adalah komunikasi yang baik. Ini adalah cara bagaimana kita mengomunikasikan maksud atau tujuan kita kepada pengguna jalan lain. Bisa dengan isyarat lampu sein, klakson dan lainnya. Berusahalah untuk mudah terlihat oleh pengguna jalan lain. Bisa dengan menggunakan pakaian cerah, menyalakan lampu utama, dll. Toleransi kepada pengguna jalan lain juga bisa menghindarkan kita dari chaos. Bisa dengan cara memperlambat laju kendaraan atau mempersilakan kendaraan lain melewati persimpangan lebih dulu.

Saat terlihat persimpangan, kita harus melakukan prosedur ini guys :
• Cek spion, pastikan kondisi aman dan posisikan kendaraan dalam kondisi jauh dari bahaya tabrak belakang.
• Kurangi kecepatan, lakukan tidak melalui proses yang kasar atau ekstrem, lakukan perlahan.
• Lihat (tengok) ke kanan, kiri lalu kanan lagi untuk memastikan tidak ada potensi kendaraan yang muncul secara membahayakan, selalu prioritaskan pergerakan dari arah kanan, gunakan komunikasi (klakson) secara bijak.

Don’t forget!!! Proses melewati simpang dengan hati-hati dan mempertimbangkan utama pada keselamatan, baik diri sendiri maupun pengendara lain. Masuklah dan lewati persimpangan dengan aman ya.  Itu dia guys sekilah tentang simpang tak bersinyal, sekarang kalian udah tau kan yang dimaksud dengan simpang tak bersinyal itu apa. Semoga bisa bermanfaat yaa buat semua..thankyouu :)

Sabtu, 11 Januari 2014

Keselamatan Bagi Pejalan Kaki

            Mungkin banyak di antara kita yang percaya bahwa berjalan kaki akan menjadi aktifitas yang aman. Tapi menurut saya saat kita berjalan di tepi jalan raya, kita sebagai pejalan kaki adalah salah satu bagian dari kelompok yang paling rentan terhadap kecelakaan. Hal ini karena tidak adanya perlindungan pada diri kita jika kita tertabrak oleh sebuah mobil maupun kendaraan lain. Menurut data statistik juga menunjukkan bahwa pejalan kaki memiliki resiko tewas atau terluka 4 kali lebih besar dibandingkan kelompok pengguna jalan lainnya.
           Maka dari itu guys kita perlu bersikap menjaga keselamatan diri dan juga waspada terhadap tingkah laku pengguna jalan lain pada saat kita sebagai pejalan kaki di jalan karena para pengendara kendaraan bermotor tidak selalu berlaku benar terhadap pejalan kaki. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum kalian menyeberang jalan nihhh…
1. Berhenti.
2. Perhatikan sekeliling anda.
3. Dengarkan bila ada suara kendaraan yang sedang mundur.
4. Perhatikan perubahan lalu lintas seperti kendaran yang berbelok.
5. Coba untuk kontak mata dengan pengendara yang mendekat.
6. Jangan beranggapan para pengendara telah melihat anda hanya karena anda melihat mereka.



             Sebagai pejalan kaki anda harus memastikan anda dapat terlihat dengan cara :
1. Tidak menyeberang di antara mobil yang sedang parkir, karena akan menyulitkan pengendara melihat anda.
2. Gunakan pakaian berwarna terang atau yang memiliki behan reflektor, khusunya pada malam hari.
Menyeberang pada tempat yang aman.

            Bila memungkinkan, menyeberanglah pada zebra cross, lampu lalu lintas atau pada tempat penyeberangan yang telah disediakan.
1. Bila tidak ada zebra cross, menyeberanglah pada tempat yang memiliki pandangan yang cukup bagi anda dan pengemudi.
2. Bila anda tidak dapat menyeberang pada tempat yang telah disediakan, menyeberanglah dari median jalan – JANGAN BERLARI karena akan mengganggu konsentrasi pengemudi dan dapat membuat anda terjatuh.

           Waspada Jika anda menggunakan tempat penyeberangan yang telah disediakan, pastikan bahwa kendaraan telah berhenti sebelum anda menyeberang.
1. Pastikan anda mematuhi tanda pada tempat penyeberangan. Jangan menyeberang bila lampu penyeberangan belum menunjukkan bahwa anda aman untuk menyeberang.
2. Jika anda menggunakan penyeberangan untuk siswa sekolah, ingatlah bahwa alat tersebut akan aktif ketika gambar bendera telah terpampang.
3. Berhati-hati pada perlintasan kereta. Bila anda ingin menyeberang pada perlintasan kereta, tunggu hingga suara sinyal berhenti dan pintu perlintasan telah bergerak naik, sebelum anda mulai menyeberang.


Selasa, 10 Desember 2013

Perlunya Wadahan Vegetasi Untuk Pohon di Ruas Jalan


               Gambar dibawah merupakan salah satu foto jalan raya di Kota Tegal tepatnya di jalan Letjen Suprapto, gambar ini diambil pada saat saya melakukan survey traffic counting dan inventarisasi jalan guna memenuhi nilai tugas mata kuliah Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL). Jalan yang aman, nyaman dan selamat merupakan idaman masyarakat di indonesia entah itu dari pengemudi kendaraan bermotor, pejalan kaki sampai dengan warga yang tinggal di sekitar jalan tersebut. Lalu bagaimana apabila terjadi kesalahan dalam memenajemen rekayasa lalu lintas jalan seperti di ruas jalan Letjend Suprapto tersebut???? tentu saja bermacam akibat bisa terjadi, mulai dari terenggutnya hak pejalan kaki untuk menggunakan trotoar, kecelakaan ringan bahkan sampai dengan yang terberat.




              Dilihat sekilas pada gambar diatas mungkin anda sudah terbiasa melihat kondisi jalan raya seperti ini, sebagian besar masyarakat menganggap ini merupakan hal yang sepele. Padahal ini dapat menyebabkan hilangnya nyawa seseorang apabila tidak dilakukan Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Jalan dengan baik. Manajemen rekayasa lalu lintas dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan jaringan jalan dan gerakan lalu lintas dalam rangka menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas dan angkutan jalan dengan tujuan :

1. Mendapatkan tingkat efisiensi dari pergerakan lalu lintas secara menyeluruh dengan tingkat aksesibilitas yang tinggi dengan menyeimbangkan permintaan dengan prasarana penunjang yang tersedia.
2. Meningkatkan tingkat keselamatan dari pengguna yang dapat diterima oleh semua pihak dan memperbaiki tingkat keselamatan tersebut sebaik mungkin.
3. Melindungi dan memperbaiki kondisi lingkungan.
4. Mempromosikan penggunaan energi secara efisien maupun penggunaan energi lain yang dampak negatifnya lebih kecil daripada energi yang ada.

           
             Gambar disamping merupakan ruas jalan yang dilengkapi dengan wadahan vegetasi untuk pohon. Selain terlihat lebih teratur, unsur estetika dan humanis juga terlihat pada ruas jalan yang dilengkapi dengan wadahan vegetasi untuk pohon. Menurut pendapat saya akibat dari kesalahan mendesain jalan salah satunya adalah hak pejalan kaki terenggut akibat posisi trotoar yang digunakan khusus pejalan kaki tidak disiapkan dengan baik kemudian dikarenakan terdapat pohon-pohon besar di trotoar sehingga membuat pejalan kaki menggunakan bahu jalan. Seharusnya Instansi terkait yakni Dinas Perhubungan Kota Tegal melakukan evaluasi dan pengawasan di ruas jalan Letjend Suprapto ini, dengan membuat wadahan vegetasi untuk pohon yang sesuai di ruas jalan agar pohon-pohon di sekitarnya tidak merusak badan jalan dan trotoar. Artinya sesuai dengan ukurannya agar tidak melebihi batas, karena jika tumbuh pohon tidak dibatasi maka akar pohon tersebut akan berkembang kemana - mana bahkan ke jalan dan akan merusak jalan tersebut, untuk itu pohon memerlukakan wadaan vegetasi di ruas jalan Letjend Suprapto, Tegal-Jawa Tengah.
Terimakasih,semoga bermanfaat :)

Jumat, 06 Desember 2013

Perbedaan RHK (Ruang Henti Khusus) di Kota Bekasi dan Kota Bandung

           Heyy guys, pada kesempatan kali ini saya selaku taruni madya Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (POLTRAN) jurusan MKTJ hanya ingin memberi tahu sedikit tentang Ruang Henti Khusus (RHK) atau bahasa gaulnya Advanced Stop Lines (ASL), padahal itu bahasa inggrisnya sih hehehe..mari kita simak :)

           Ruang Henti Khusus Sepeda Motor (RHK) sepeda motor secara definisi ialah ruangan yang disediakan pada ujung kaki persimpangan untuk diisi secara khusus hanya oleh sepeda motor pada saat lampu merah. RHK dibentuk dengan cara menarik mundur garis henti kendaraan bermotor roda 4 selebar yang dibutuhkan oleh sejumlah sepeda motor.
           Jadi RHK merupakan bidang datar berdimensi dua yang dibatasi oleh garis henti untuk sepeda motor dan marka garis henti untuk kendaraan bermotor roda empat. Kedua marka garis henti ini ditempatkan sedemikian rupa secara berurutan dan dipisahkan oleh suatu bidang datar dengan panjang dan lebar tertentu. RHK ini tidak boleh diisi oleh kendaraan selain sepeda motor. Untuk kendaraan roda 4 harus berada di belakang RHK tersebut. Ruang Henti Khusus (RHK) sepeda motor pada persimpangan merupakan salah satu alternatif pemecahan masalah penumpukan sepeda motor pada persimpangan bersinyal.

          Temen-temen semua bisa liat gambar disamping ini merupakan Ruang Henti Khusus (RHK) yang ada di kota Bekasi. Tepatnya di jalan Chairil Anwar- Bekasi Timur, ternyata masih banyak para pengemudi angkutan umum yang bandel dan melanggar peraturan untuk penggunaan RHK. Mungkin karena kurangnya sosialisasi kepada masyarakat guna dan fungsi Ruang Henti Khusus (RHK) ini.
          RHK sepeda motor didesain untuk fasilitas ruang berhenti sepeda motor selama fase merah yang ditempatkan di antara garis henti paling depan dengan garis henti untuk antrian kendaraan bermotor roda empat. RHK dibatasi oleh garis henti untuk sepeda motor dan marka garis henti untuk kendaraan bermotor roda empat lainnya. Kedua marka garis henti ditempatkan secara berurutan dan dipisahkan oleh suatu ruang dengan jarak tertentu.

          Gambar disamping ini merupakan salah satu upaya Dinas Perhubungan kota Bekasi untuk mengenalkan Ruang Henti Khusus (RHK) kepada para pengguna jalan. Memasang speaker disamping Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) yang berisikan tentang fungsi dan guna Ruang Henti Khusus (RHK). Speaker ini menyala selama 24 jam full, namun menurut saya dengan cara ini kurang efektif. Para pengguna jalan hanya fokus kepada jarak pandang yang akan ia tempuh selama perjalanan, kemungkinan hanya sedikit pengguna jalan yang mendengarkan speaker ini dengan baik.


       BANDINGKAN DENGAN RHK DI KOTA BANDUNG          



         Guys kalo gambar yang ini berada di selatan Kota Bandung khususnya di persimpangan Jalan Soekarno Hatta. Bisa liatsendiri kan bedanya jauh bangeett, di kota Bandung ternyata para pengguna jalan sudah tertib. Terlihat jelas RHK digunakan untuk para pengguna sepeda motor, tidak melebihi marka garis putih RHK dan kondisi lalu lintas juga cukup teratur walaupun masih ada pengguna sepeda motor yang menyerobot pada saat lampu APILL berwarna merah. Dinas Perhubungan Kota Bandung, Puslitbang Jalan&Jembatan setempat juga akan lebih menertibkan persimpangan ini akibat aksi saling serobot pengguna Jalan.

          Dan ternyata RHK dapat menurunkan konflik dari 133,39 konflik/1000 kend.mp menjadi 24,68 konflik/1000 kend.mp untuk waktu puncak pagi, tingkat konflik  menurun 111,10 konflik/1000 kend.mp menjadi 24,10 konflik/1000 kend.mp untuk waktu puncak sore, tingkat keparahan konflik menurun dari 1,83 menjadi 1,43 pada waktu puncak pagi, tingkat keparahan konflik menurundari 1,96 menjadi 1,38 pada waktu puncak sore.
          Dengan turunnya Konflik disinyalir membuat para biker pengguna jalan jadi semakin merasa nyaman melewati persimpangan ini, ini diperkuat oleh angka kenaikan Jumlah lalu lintas yang melewati persimpangan  baik pada waktu puncak pagi dan sore masing-masing dengan 11,92% dan 12,31%
          Sekarang temen-temen udah tau kan bedanya RHK yang ada di kota Bekasi dan Kota Bandung??? menurut kalian gimana nih guys?? ditunggu kritik dan saran nya yaa... semoga bermanfaat ^_^